Dapatkan Fasilitas seru di SUPRIZONE
feedburner
Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

feedburner count

Pidato Rasulullah saw. di haji wada'

Rasulullah SAW melaksanakan ibadah haji yang terakhir pada tahun ke 10 Hijriyah
dengan diikuti oleh 124.000 Mukmin. Beliau menyampaikan khutbah bersejarah di
padang Arafah pada hari ke-9 bulan Dzulhijah, sambil berdiri di Jabal Rahmah,
menjelang waktu shalat Dzuhur. Bilal ra dan Rabiah bin Khalaf mengulangi
kalimat-kalimat Rasulullah SAW untuk para jamaah yang berada jauh dari tempat
berdiri Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW berwasiat, "Perhatikanlah dengan seksama yang aku sampaikan
kepadamu, sebab mungkin saja hari ini adalah kali terakhir pertemuanku dengan
kalian semua di tempat ini.

Jika kalian semua takut kepada Allah SWT dan mentaati Allah SWT, Dia akan
memelihara keselamatan hidupmu, harta-bendamu, dan kehormatanmu sampai tiba
saatnya Dia memanggilmu kembali kepada-Nya."

Sampai disini, Nabi SAW bertanya kepada para jamaah, "Sudahkah aku tunaikan
tugasku sebagai pembawa risalah kepada kalian? Wahai Allah, sudahkah aku
tunaikan tugas yang telah Engkau amanatkan kepadaku?"

Semua yang hadir serentak menjawab, "Kami bersaksi bahwasanya engkau telah
menunaikan tugas risalahmu kepada kami."

Rasulullah SAW melanjutkan, "Lakukan apa yang aku wasiatkan kepada kalian. Aku
minta kalian mengembalikan harta orang-orang yang dititipkan kepadamu dalam
bentuk aslinya dan janganlah kalian secara sengaja mengkhianati amanat yang
diserahkan kepada kalian.

Janganlah kalian memberlakukan riba. Islam mengharamkan pungutan riba (bunga)
yang dikenakan atas beda waktu pembayaran. Namun tidak mengapa bagi kalian
untuk menerima pengembalian nilai pokoknya.

Hanyalah riba yang diharamkan oleh Allah SWT. Maka dari itu, aku tegaskan
disini bahwa riba yang seharusnya diterima oleh pamanku Abbas ra ditiadakan dan
menjadi kosong nilainya."

Camkanlah! Bahwa jika seseorang membunuh orang lain, maka si pembunuh haruslah
diganjar hukuman mati. Namun, bila pembunuhan itu terjadi tanpa kesengajaan
(berniat untuk) membunuh maka si pembunuh wajib membayar denda sejumlah seratus
ekor onta.

Setan menjadi sangat berang mengetahui bahwa tak seorangpun yang tersisa lagi
di tanah kalian, yang bersedia mendengar bisikannya, apalagi bersedia mengikuti
ajakannya. Namun janganlah kalian lupa, setan akan selalu membuntuti kalian
sepanjang waktu. Setan akan selalu berusaha membelokkan jalanmu menuju arah
yang melalaikan.

Setan tahu persis bahwa dirinya tak dapat mengacaukan urusan-urusan agama
kalian. Sungguhpun demikian, setan akan berusaha mengacaukan kalian melalui
urusan kalian di bidang lain, dalam wujud bid'ah (hal-hal baru).

Maka kalian sendirilah yang harus selalu waspada untuk melindungi diri kalian
sendiri dari setan. Bahkan kalian harus tetap waspada dalam urusan sekecil
apapun, agar setan tak berpeluang melibatkan dirinya didalam urusanmu yang
sepele, dalam rangka menghancurkan pijakan kalian dalam beragama.

Dengarlah, jangan berusaha memasukkan bulan biasa kedalam bulan suci. Hal itu
tergolong bid'ah.

Bulan-bulan Islam adalah sebagaimana yang telah Allah SWT sebutkan didalam
Al-Quran. Ada dua-belas bulan didalam satu tahun, empat diantaranya adalah
bulan-bulan suci, yakni bulan Rajab, Dzulqa'idah, Dzulhijah dan Muharram.

Sekarang, aku hendak menasehati kamu semua perihal perempuan (istri-istri)-mu.
Mereka mempunyai hak atas diri kalian dan kalian pun memiliki hak atas mereka.
Menjadi tugas kalianlah untuk melindungi kehormatan kalian dan tidak
mengijinkan masuk ke dalam rumahmu orang-orang yang tak kamu sukai.

Bilamana istri-istrimu tidak seksama dalam memenuhi kewajiban mereka
terhadapmu, diperbolehkan bagimu memukulnya secara perlahan, bukan pukulan
keras yang menyakitinya. Dan bila mereka telah memenuhi kewajibannya terhadap
kalian secara patut, kalian wajib mencukupi mereka dengan makanan yang baik dan
pakaian yang pantas.

Aku nasehatkan kepada kalian, berlakulah lemah-lembut terhadap istri-istri
kalian dan berbaik-hatilah serta penuh kasih-sayang terhadap mereka. Mereka
adalah amanat Allah SWT kepada dirimu dan kamu diijinkan menikahi mereka sesuai
dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Sekali lagi aku tegaskan,
berhati-hatilah terhadap Allah SWT dan berlaku lembutlah terhadap istri-istri
kalian. "

Sampai disini, Nabi SAW bertanya," Sudahkah aku tunaikan tugasku sebagai
pembawa risalah kepada kalian? Wahai Allah, sudahkah aku tunaikan tugas yang
telah Engkau amanatkan kepadaku?"

Semua yang hadir pun serentak menjawab, "Kami bersaksi bahwasanya engkau telah
menunaikan tugas risalahmu kepada kami."

Beliau pun melanjutkan, "Simaklah baik-baik. Setiap Mukmin bersaudara sutu
dengan yang lain didalam Islam. Berlakulah saling menghormati dan melindungi
harta sesama kalian. Seorang mukmin diharamkan mengambil harta yang lain tanpa
meminta ijin terlebih dahulu kepada pemiliknya.

Perhatikanlah, janganlah kalian saling bunuh-membunuh sepeninggalku.
Berpegang-teguhlah kalian semua pada tali Ukhuwah Islamiyah.

Aku harus meninggalkan dunia ini, dan aku tinggalkan kepada kalian Kitabullah
(Al-Qur'an) dan Sunnahku sebagai pedoman bagi kalian. Dengan berpegang pada
keduanya maka kalian tidak akan tersesat.

Dengarlah, Tuhan kalian adalah satu dan leluhur kalian pun satu. Kalian semua
adalah anak-cucu Adam as. Sedangkan Adam as telah diciptakan-Nya dari tanah.
Maka, kalian semua pun juga sama-sama berasal dari tanah, maka tak seorang pun
dari kalian lebih unggul/utama dari pada yang lain.

Sesungguhnya, yang lebih utama diantara kalian dalam pandangan Allah SWT adalah
yang paling taqwa kepada-Nya. Dengan demikian tak seorang Arab pun yang boleh
mengaku bahwa dirinya lebih utama daripada yang bukan orang Arab. Keutamaan
seseorang diukur dari ketaatannya dan besarnya rasa takutnya kepada Tuhan."

Sampai disini Rasulullah SAW kembali mengulang pertanyaan yang sama, apakah
beliau telah menyampaikan risalah kepada mereka, dan para jamaah pun serempak
memberikan jawaban yang sama pula, bahwa beliau SAW telah menyampaikan semuanya
kepada mereka.

Selanjutnya, Nabi SAW menambahkan, "Aku minta kepada kalian yang hari ini
menyimak pesan-pesanku agar menyampaikan pesan-pesan ini kepada mereka yang
pada hari ini tidak hadir disini, dengan demikian maka pesan-pesanku ini akan
sampai kepada seluruh Ummat Muslim.

Wahai saudara-saudaraku dalam Islam yang kucintai, Allah SWT telah menetapkan
bagian warisan yang berhak diterima oleh setiap ahli waris. Maka, janganlah
kalian membuat wasiat untuk bagian orang lain yang lebih besar dari bagian yang
diterima oleh para ahli waris, yang mana Allah SWT telah menetapkan besarannya.
Jika kamu ingin mewasiatkan harta kepada seorang asing, yang bisa saja tak
memiliki hubungan kekerabatan dengan mu, janganlah bagian untuknya melebihi
dari sepertiga dari nilai harta (warisan)-mu."

Rasulullah SAW menutup khutbah beliau dengan Assalaamu'alaikum (semoga Allah
SWT melimpahkan keselamatan, kedamaian, kesejahteraan atas diri kamu sekalian).

Sesudah Rasulullah SAW menutup khutbah beliau, Allah SWT pun menurunkan
wahyu-Nya. Wahyu itu adalah wahyu terakhir yaitu ayat ke-3 dari Surah
Al-Ma'idah: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama
bagimu."

sumber: Historical Events of Makkah, Imtiaz Ahmad, M. Sc., M. Phil (London)