kutipan:Harum Wangi Syuhada (Ibnu Jarroh al Ghomidy Ahmad al Haznawy)
Aku bersumpah untuk hidup mulia, atau kuhancurkan tulangku dan aku mati.
Kepada ummat Islam
Kujual diriku kepada Allah dan Allah membelinya.
Kunyatakan dengan gamblang bersama mereka, darahku yang mengalir supaya sampai ke setiap telinga dan menyentuh hati. Sebuah panggilan dariku kutujukan kepada:
Para ulama ummat dan para da’inya
Kepada para murobbi dan pendidik
Kepada saudara-saudaraku yang terbelenggu di penjara
Dan kepada saudara-saudaraku yang tidak sempat berhijrah dan berjihad karena udzur.
Kepada saudara-saudaraku yang sedang beribath (berjaga) di perbatasan negara Islam.
Kepada saudara-saudaraku muslimin yang tertindas di timur dan di barat.
Kepada pemuda-pemuda Al Aqsho dan pahlawan-pahlawannya.
Kepada pemuda-pemuda Kashmir
Bahkan kutujukan juga kepada setiap luka irisan di hati setiap muslim.
Kepada mereka semua dan kepada ummat yang sedang di dzalimi. Kuucapkan :
Allah berfirman :
“Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa”. (QS. Yusuf : 110)
Bagi orang-orang yang berfikir tentang keadaan ummat dengan pembunuhan dan penyiksaan yang terjadi keatasnya, pencabulan harga diri dan pertumpahan darah, pembunuhan atas mereka yang tidak berdosa. Semua itu terjadi atas ummat ini di timur dan dibarat bumi.
Lihatlah Palestine ! Meronta sejak setengah kurun dan hingga kini lukanya masih mengalirkan darah.
Dan Kashmir tidaklah terlepas dari nasib yang sama. Penyembah-penyembah sapi (india) itu masih membunuh saudara-saudara kita di sana, dan masih banyak lagi negeri-negeri Islam yang menghadapi nasib yang sama.
Lalu siapakah yang sudi berkorban demi membela saudara-saudara kita ? dan jalan apakah yang bisa ditempuh selain jihad ? dan bagaimanakah jihad dapat di laksanakan untuk menolong mereka ? sedang masih banyak lagi yang menganggapnya hanya fardhu kifayah.
Bagiku ….. Ulama telah menerangkan bahwa asal hukum jihad memang fardhu kifayah. Tetapi menjadi fardhu `ain pada empat keadaan :
1. Jika musuh menguasai salah satu negeri muslimin
2. Jika sudah bertemu dengan bala tentara musuh di medan
3. Jika diperintah oleh imam (pemimpin) ummat Islam maka menjadi wajib
4. Jika musuh telah menawan salah seorang muslim.
Jika salah satu keadaan itu terjadi, maka jihad menjadi fardhu `ain ke atas ummat ini, hingga kekuatan Islam menjadi cukup atau ummat Islam akan berdosa semua.
Demi Allah ! Aku ingin bertanya kepadamu apa yang tengah terjadi di negeri-negeri ummat Islam ? penjajahan nyata itu di depan mata, tetapi kamu wahai para pemuda mendiamkan walaupun penjajahan itu telah mencapai negeri Tanah Suci. Hingga kini kami belum mendengar satupun panggilan jihad darimu.
Aku katakan : ” Jika kalian senang dengan kehidupan hina ini dan kamu merasa kesulitan untuk berhijrah dan mengangkat senjata, maka tolonglah kami walaupun hanya dengan lisan doamu, dan jangan biarkan kami dan hiaslah kemuliaan ummat ini dengan pena-penamu sepanjang zaman,dengan seruan-seruanmu tentang mengajak manusia kepada ALlah, tapi kalau kamu enggan ….. maka kita akan bertemu di hadapan Rob kita nanti di hari yang berat,tetapi hari itu adalah hari yang adil, maka persiapkanlah untuk hari itu”.
Adapun bagiku ….. aku tidak rela hidup dalam kehinaan sedikitpun sebagaimana teman-temanku yang masih rela hidup seperti itu, dan diriku menuntut untuk hidup mulia dengan ajaran Robbnya, walaupun harus ku bayar dengan hijrah dan hidup jauh dari saudara-saudara,dan bahkan harus kugadaikan nyawaku ini..
Ya Allah ! Jadikanlah kami golongan yang dengan kematian mereka ummat ini akan bangkit.
Ya Allah ! Kujual diriku kepada-Mu, maka terimalah aku sebagai syahid.
Ya Allah ! Kujual diriku kepada-Mu, maka terimalah aku sebagai syahid.
dikutip dari: message ahmad faheem alqasam